Pertanyaan:
1. Menurut Cognitife Theory of Multimedia Learning bahwa ada tiga asumsi utama yang dijadikan acuan dalam merancang suatu multimedia pembelajaran. Jelaskan ketiga asumsi tersebut dengan memberikan contoh masing masing media yang relevan untuk pembelajaran kimia?
2. Jelaskan bagaimana teori dual coding dapat diadaptasikan dalam menyiapkan suatu multimedia pembelajaran kimia?
Jawaban:
1. Teori kognitif pembelajaran multimedia (cognitive theory of multimedia learning/CTML)
berpusat pada ide bahwa peserta didik mencoba untuk membangun hubungan
yang berarti antara kata-kata dan gambar dan bahwa mereka akan belajar
lebih dalam daripada mereka belajar dengan kata-kata dan gambar secara
terpisah (Mayer, 2009). Berdasarkan CTML, salah satu tujuan utama dari
pembelajaran multimedia adalah untuk mendorong pebelajar membangun a coherent mental representation
dari materi yang disajikan. Tugas pebelajar adalah membuat materi yang
disajikan masuk akal secara aktif, akhirnya membangun pengetahuan baru.
Teori kognitif multimedia pembelajaran menawarkan tiga theory-based assumptions tentang bagaimana seseorang belajar dari kata-kata dan gambar (Mayer, 2001).
1. Dual Channel Assumption
Sistem kognitif manusia terdiri dari dua saluran berbeda untuk mewakili dan memanipulasi pengetahuan, yaitu 1) visual-pictorial channel dan auditory-verbal channel (Baddeley,1986, 1999; Paivio, 1986). Gambar memasuki sistem kognitif melalui mata dan dapat diproses sebagai pictorial representations pada visual-pictorial channel. Kata-kata lisan memasuki sistem kognitif melalui telinga dan dapat diproses sebagai verbal representations pada auditory-verbal channel.
2. Limited Capacity Assumption.
Setiap saluran pada sistem kognitif
manusia memiliki keterbatasan kapasitas untuk memegang dan memanipulasi
pengetahuan (Baddeley, 1986, 1999; Sweller, 1999). Ketika banyak gambar
(atau bahan-bahan visual lainya) disajikan pada saat bersamaan, saluran visual-pictorial bisa menjadi overload. Ketika banyak kata-kata lisan (dan sounds lainnya) disajikan pada saat bersamaan, saluran auditory-verbal bisa menjadi overload.
3. Active Processing Assumption.
Pembelajaran bermakna (meaningful learning)
terjadi ketika pebelajar terlibat dalam pengolahan aktif pada saluran,
termasuk memilih kata-kata dan gambar yang relevan, mengorganisasikan
kata-kata dan gambar ke dalam model pictorial dan verbal yang koheren, dan mengintegrasikan kata-kata dan gambar satu sama lain dengan pengetahuan awal (prior knowledge) yang sesuai (Mayer, 1999, 2001; Wittrock, 1989). Proses pembelajaran aktif tersebut lebih memungkinkan terjadi ketika corresponding verbal and pictorial representations berada pada memori kerja pada waktu yang sama.
CTML menerima model bahwa terdapat tiga struktur penyimpanan yang dikenal sebagai sensory memory, working memory, dan long-term memory. Sweller (2005 dalam Sorden, 2005) mendefinisikan sensory memory sebagai struktur kognitif yang memungkinkan kita untuk melihat informasi baru, working memory sebagai struktur kognitif dimana kita secara sadar memproses informasi, dan long-term memory sebagai stuktur kognitif yang menyimpan basis pengetahuan kita. Mayer (2005a dalam Sorden, 2005) menyatakan bahwa sensory memory memiliki 1) visual sensory memory yang secara singkat memegang gambar-gambar dan printed text sebagai gambar visual (visual images); dan 2) auditory memory yang secara singkat memegang kata-kata lisan (spoken words) dan suara (sounds) sebagai auditory images.
Schnotz (2005 dalam Sorden, 2005) mengacu kepada sensory memory sebagai sensory registers atau sensory channels
menunjukkan bahwa meskipun kita cenderung untuk melihat dua saluran
sensoris yaitu mata untuk memori kerja visual dan telinga untuk memori
kerja auditory, bahwa adalah mungkin ada saluran sensori lainnya untuk
memperkenalkan informasi ke memori kerja seperti “membaca” dengan jari
melalui huruf braile atau orang tuli dapat “mendengar” dengan membaca
bibir. Memori kerja hadir untuk menseleksi informasi dari sensory memory untuk pengolahan dan pengintegrasian. Sensory memory
memegang salinan sensori dari apa yang disajikan kurang dari 0.25
detik, sementara itu memori kerja memegang salinan sensori yang
diproses dari apa yang disajikan umumnya kurang dari tiga puluh detik
dan dapat memproses hanya beberapa potong bahan pada satu waktu (Mayer
2010a dalam Sorden, 2005). Long-term memory memegang seluruh penyimpanan dari pengetahuan seseorang untuk waktu yang lama.
2. Theory Dual coding yang dikemukakan alan
paivio ( paivio, 1971-2006 ) menyatakan bahwa informasi yang diterima seseorang
diproses melalui salah satu dari dua chenel , yaitu chenel verbal seperti teks
dan suara, dan chenel visual ( non verbal image) seperti diagram , gambar, dan
animasi. Kedua chenel ini dapat berfungdi baik secara independen, secara
paralel, atau juga secara terpadu bersamaan ( sadoski,paivio,goeks 1991). Channel verbal memproses informasi
secara berurutan sedangakan chenel non verbal memproses informasi secara
bersamaan ( singkron/paralel). Contohnya informasi yang disampaikan dengan
menggunakan kata – kata atau verbal dan ilustrasi yang relevan memiliki kecendrungan
lebih mudah diperlajari dan dipahami
dari pada infooormasi yang menggnakan teks saja, suara saja, perpaduan tek dan
suara saja , atau ilustrasi saja.
Theory dual coding juga menyiratkan
bahwa seseorang akan belajar lebih baik ketika media belajar yang digunakan
merupakan perpaduan yang tepat dari chenel verbal dan non verbal (najar,1995). Sejalan
dengan pernyataan tersebut, peneliti berpendapat bahwa ketika media belajar
yang digunakan merupakan gabungan dari beberapa media maka kedua chenel
pemprosesan informasi (verbal Dan non verbal ) dimungkinkan untuk bekerja
secara paralel atau bersama-sama , yang berdampak pada kemudahan informasi yang
disampaikan terserap oleh pembelajar.
Contoh media yang dapat digunakan dalam pembelajaran kimia adalah : pada materi hidrokarbon, dapat di tampilkan gambar atau struktur suatu senyawa hidrokarbon melalui media infokus yang telah dibuat sebelumnya dalam bentuk soft file power point sambil memberikan penjelasan secara verbal sehingga pembelajar dapat memproses informasi baik melalui kanal visual maupun kanal verbal. Dan terjadi proses pengintegrasian yang terjadi apabila pembelajar membangun jalinan antara model verbal dan model visual. Ketika ingin menampilkan suatu gambar maka harus memperhatikan beberapa prinsip contohnya prinsip keterdekatan waktu dengan menyajikan gambar dan teks yang berhubungan secara bersamaan. Kemudian materi hidrokarbon disampaikan secara sistematis, terurut dan jelas. Misalnya dimulai dari pengertian hidrokarbon, jenis-jenis hidrokarbon, struktur senyawa hidrokarbon, sistem penamaan senyawa hidrokarbon, sifat-sifat senyawa hidrokarbon dan reaksi-reaksi senyawa hidrokarbon. Selain itu gambar dan teks yang disajikan tidak boleh ditampilkan secara berlebihan, karena adanya keterbatasan kapasitas dalam memproses informasi jika gambar atau teks yang disajikan terlalu berlebihan maka otak tidak dapat menyerap semua informasi untuk dapat disimpan kedalam memori jangka panjang.
BalasHapus