Minggu, 12 Februari 2017

TEORI PEMPROSESN INFORMASI BERBANTUAN MEDIA

TEORI PEMPROSESAN INFORMASI BERBANTUAN MEDIA

        Shuell (1986) dalam Schunk (2012:228) menyebutkan bahwa teori-teori pengolahan informasi memfokuskan perhatian pada bagaimana orang memperhatikan peristiwa-peristiwa lingkungan, mengkodekan informasi-informasi untuk dipelajari, dan menghubungkannya dengan pengetahuan yang ada dalam memori, menyimpan pengetahuan yang baru dalam memori, dan menariknya kembali ketika dibutuhkan. Dalam Baharuddin (2007:99) disebutkan bahwa information processing model memandang memori manusia itu seperti sebuah komputer yang mengambil atau mendapatkan informasi, mengelolanya, mengubahnya baik bentuk dan isi, kemudian menyimpannya, dan menghadirkan kembali pada saat dibutuhkan. Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa teori pemrosesan informasi merupakan model dalam teori kognitivisme yang mencoba menjelaskan kerja memori manusia dalam memperoleh, menyandikan, dan mengingat informasi. 
        Informasi, akan ditransfer ke komponen kedua dari sistem memori, yaitu memori jangka pendek dan memori jangka panjang . Memori jangka pendek adalah sistem penyimpanan informasi dalam jumlah terbatas hanya dalam beberapa detik. Satu cara untuk menyimpan informasi dalam memori jangka pendek adalah memikirkan tentang informasi itu atau mengungkapkannya berkali-kali. Guru mengalokasikan waktu untuk pengulangan selama mengajar sedangkan Memori jangka panjang merupakan bagian dari sistem memori tempat menyimpan informasi untuk periode panjang. (Slavin, 2000: 181) membagi memori jangka panjang menjadi tiga bagian, yaitu memori episodik, yaitu bagian memori jangka panjang yang menyimpan gambaran dari pengalaman-pangalaman pribadi kita, memori semantik, yaitu suatu bagian dari memori jangka panjang yang menyimpan fakta dan pengetahuan umum, dan memori prosedural adalah memori yang menyimpan informasi tentang bagaimana melakukan sesuatu. 
        Tingkat pemrosesan stimulus informasi diproses dalam berbagai tingkat kedalaman secara bersamaan bergantung kepada karakternya. Semakin dalam suatu informasi diolah, maka informasi tersebut akan semakin lama diingat. Sebagai contoh, informasi yang mempunyai imajinasi visual yang kuat atau banyak berasosiasi dengan pengetahuan yang telah ada akan diproses secara lebih dalam. Demikian juga informasi yang sedang diamati akan lebih dalam diproses dari pada stimuli atau kejadian lain di luar pengamatan. Dengan kata lain, manusia akan lebih mengingat hal-hal yang mempunyai arti bagi dirinya atau hal-hal yamg menjadi perhatiannya karena hal-hal tersebut diproses secara lebih mendalam dari pada stimuli yang tidak mempunyai arti atau tidak menjadi perhatiannya.
        Pengulangan memegang peranan penting dalam pendekatan model. Penyimpanan juga dianggap penting dalam pendekatan model tingkat pemrosesan. Namun hanya mengulang-ulang saja tidak cukup untuk mengingat. Untuk memperoleh tingkatan yang lebih dalam, aktivitas pengulangan haruslah bersifat elaboratif. Dalam hal ini, pengulangan harus merupakan sebuah proses pemberian makna dari informasi yang masuk. Dari penjabaran diatas secara sederhana, Irwanto (1999) mendefinisikan pengolahan informasi sebagai kemampuan untuk menyimpan informasi sehingga dapat digunakan lagi di masa yang akan datang. Galotti (2004) mendefinisikan pengolahan informasi sebagai suatu proses kognitif yang terdiri atas serangkaian proses, yakni : penyimpanan (storage),retensi, dan pengumpulan informasi (information gathering). Sebagai suatu proses pengolahan informasi memilikimarti menunjukkan suatu mekanisme dinamik yang diasosiasikan dengan penyimpanan (storing), pengambilan (retaining), dan pemanggilan kembali (retrieving) informasi mengenai pengalaman yang lalu (Bjorklund,Schneider, & Hernández Blasi, 2003; Crowder, 1976, dalam Stenberg, 2006). 
        Teori belajar yang oleh Gagne (1988) disebut dengan ‘Information Processing Learning Theory’.  Teori ini merupakan gambaran atau model dari kegiatan di dalam otak manusia di saat memroses suatu informasi. Karenanya teori belajar tadi disebut juga ‘Information-Processing Model’ oleh Lefrancois atau ‘Model Pemrosesan Informasi’. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. ( asri,2004).

DAFTAR PUSTAKA
Budiningsih, Asri. 2004. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta 
Schunk, D.H. 2012. Learning Theories. (Terjemahann Eva Hamdiah dan Rahmat Fajar). Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Slavin, R.E. 2000. Educational Psychology, Theory and Practice. United State of America: Allyn & Bacon

30 komentar:

  1. daam blog anda tertulis bahwa Pengulangan memegang peranan penting dalam pendekatan model. Penyimpanan juga dianggap penting dalam pendekatan model tingkat pemrosesan. Namun hanya mengulang-ulang saja tidak cukup untuk mengingat. Untuk memperoleh tingkatan yang lebih dalam, aktivitas pengulangan haruslah bersifat elaboratif., sifat elaboratif yang bagaimanakah ?

    BalasHapus
  2. Sifat Elaboratif yang dimaksud disini yaitu proses penambahan rincian sehingga informasi baru akan menjadi lebih bermakna, oleh karena itu membuat pengkodean lebih mudah dan lebih memberikan kepastian. Strategi elaborasi membantu pemindahan informasi baru dari memori pendek ke momori jangka panjang dengan menciptakan gabungan dan hubungan antara informasi baru dengan apa yang telah diketahui.
    a. Pembuatan Catatan
    Sejumlah besar informasi diberikan kepada siswa melalui presentasi dan demonstrasi guru. Pembuatan catatan membantu siswa dalam mempelajari informasi ini secara singkat dan padat menyimpan informasi untuk ulangan dan dihafal kelak. Bila dilakukan dengan benar, pembuatan catatan juga membantu mengorganisasikan informasi sehingga informasi itu dapat diproses dan dikaitkan dengan pengetahuan yang telah ada secara lebih efektif.
    b. Analogi
    Analogi adalah pembandingan yang dibuat untuk menunjukkan kesamaan antara ciri-ciri pokok suatu benda atau ide-ide, selain itu seluruh cirinya berbeda, seperti jantung dengan pompa.
    c. PQ4R
    Metode PQ4R digunakan untuk membantu siswa mengingat apa yang mereka baca. P singkatan dari preview (membaca selintas dengan cepat), Q adalah question (bertanya), dan 4R singkatan dari read (mambaca), reflect (refleksi), recite (tanya jawab sendiri), dan review (mengulang secara menyeluruh). Melakukan preview dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebelum membaca mengaktifkan pengetahuan awal dan mengawali proses pembuatan hubungan antara informasi baru dengan apa yang telah diketahui. Mempelajari judul-judul atau topik-topik utama membantu pembaca sadar akan organisasi bahan-bahan baru tersebut, sehingga memudahkan perpindahannya dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Resitasi informasi dasar, khususnya bila disertai dengan beberapa bentuk elaborasi, kemungkinan sekali akan memperkaya pengkodean.

    BalasHapus
  3. selain pengulangan, adakah cara lain yang dapat dilakukan untuk membuat informasi yang kita dapatkan masuk ke memori jangka panjang?

    BalasHapus
  4. Ada. Suatu informasi tidak selalu harus diuang-ulang agar sampai ke Memori jangka panjang, tapi bisa tersimpan sendiri di memori jangka panjang dengan tidak sengaja atau tanpa pengulangan, ini biasanya pada kejadian-kejadian yang ekstrim, menyenangkan ataupun menyedihkan.
    Misalnya: Ketika saudara kita meninggal, mungkin kits akan mengingat kembali kenangan-kenangan yang tersimpan dalam memori jangka panjang kits. Kita dapat mengingat dengan sangat detail bahkan tanpa kita sadari bahwa kita telah menyimpan informasi tersebut. Kita mengenang tempat di mana kita menghabiskan waktu dengan orang tersebut dengan mengingat pemandangan, bau dan bahkan tempat yang sering kita kunjungi dengannya..

    BalasHapus
  5. bagaimana suatu informasi dapat menjadi ingatan jangka panjang? lalu apa yang harus dilakukan agar setiap informasi yang diterima dapat menjadi ingatan jangka panjang? jelaskan!

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk mengubah sebuah informasi agar tersalurkan ke ingatan jangka panjang maka diperlukan pengulangan atau memanggil seacar terus menerus materi tersebut agar materi itu dapat diingat dan akhirnya tersimpan ke memori jangka panjang

      Hapus
  6. sedikit menambahkan
    Menurut Mayer dan Moreno (2010), teori kognitif pembelajaran yang disajikan pada Gambar 1 didasarkan pada teori beban kognitif dengan fokus mengurangi beban kognitif siswa. Teori beban kognitif memuat tiga jenis pengolahan kognitif selama belajar, yaitu:
    1. Beban kognitif intrinsic (intrinsic cognitive load) merupakan beban pikiran dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan tuntutan konten.
    2. Beban kognitif germane (germane cognitive load) merupakan beban pikiran yang dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan oleh tuntutan untuk mengintegrasikan informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya.
    3. Beban kognitif extraneous (extraneous cognitive load) merupakan beban pikiran yang dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan oleh kerja pikiran yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran

    BalasHapus
  7. Pengolahan informasi memfokuskan perhatian pada bagaimana orang memperhatikan setiap peristiwa. bagaimana cara anda sebagai guru agar siswa dapat memfokuskan perhatian terhadap informasi yang anda berikan agar informasi tersebut dapat diolah dengan baik!

    BalasHapus
    Balasan
    1. dengan cara menyampaikan suatu materi dengan cara yang menarik, misalnya metode yang dipakai menarik tidak hanya dengan metode ceramah saja agar siswa tertarik mendengarkannya

      Hapus
  8. bagaimana agar murid dapat menyimpan informasi yang di dapat dari guru dalam ingatan jangka panjang ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. pengetahuan tentang perbedaan antara kedua ingatan ini lalu menjadi sangat penting untuk diketahui para guru dan diharapkan akan dapat dimanfaatkan selama proses pembelajaran di kelasnya. Sekali lagi, perhatian para siswa terhadap informasi atau masukan dari para guru akan sangat menentukan diterima tidaknya suatu informasi yang disampaikan para guru tersebut. Karenanya, untuk menarik perhatian para siswa terhadap bahan yang disajikan, di samping selalu memotivasi siswanya, seorang guru pada saat yang tepat sudah seharusnya mengucapkan kalimat seperti: “Anak-anak, bagian ini sangat penting.” Tidak hanya itu, aksi diam seorang guru ketika siswanya ribut, mencatat hal dan contoh penting di papan tulis, memberi kotak ataupun garis bawah dengan kapur warna untuk materi essensial, menyesuaikan intonasi suara dengan materi, memukul rotan ke meja, sampai menjewer telinga merupakan usaha-usaha yang patut dihargai dari seorang guru selama proses pembelajaran untuk menarik perhatian siswanya. Namun hal yang lebih penting lagi adalah bagaimana menumbuhkan kemauan dan motivasi dari dalam diri siswa sendiri, sehingga para siswa akan mau belajar dan memperhatikan para gurunya selama proses pembelajaran sedang berlangsung.

      Hapus
    2. dengan cara murid tersebut seringh mengulang materi yang telah disampaikan guru

      Hapus
  9. bagaimana cara mengolah informasi yang kita dapat agar dapat masuk kedalam memori jangka panjang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk mengubah sebuah informasi agar tersalurkan ke ingatan jangka panjang maka diperlukan pengulangan atau memanggil seacar terus menerus materi tersebut agar materi itu dapat diingat dan akhirnya tersimpan ke memori jangka panjang

      Hapus
  10. menurut anda apakah faktor stimulus berperan penting dalam pemrosesan informasi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya agar menarik perhatian sesorang agar dapat menerima informasi yang kita sampaikan

      Hapus
  11. sedikit menambahkan,
    Robert. M. Gagne sebagaimana yang dikutip oleh Bambang Warsita, dalam bukunya : The Conditioning of Learning mengemukakan bahwa ; Learning is a change in human disposition or capacity, wich persists over a period time, and wich is not simply ascribable to process of growth. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja Dan Gagne menyatakan bahwa belajar merupakan seperangkat proses yang bersifat internal bagi setiap individu sebagai hasil transformasi rangsangan yang berasal dari peristiwa eksternal di lingkungan individu yang bersangkutan (kondisi)

    Gagne membuat rumusan yang berisi urutan untuk menimbulkan peristiwa pembelajaran, yaitu :
    a. Pembelajaran yang dilakukan dikondisikan untuk menimbulkan minat peserta didik, dan dikondisikan agar perhatian peserta didik terpusat pada pembelajaran sehingga mereka siap untuk menerima pelajaran.
    b. Memulai pelajaran dengan menyampaikan tujuan pembelajaran agar peserta didik mengetahui apa yang diharapkan setelah menerima pelajaran.
    c. Guru harus mengingatkan kembali konsep yang telah dipelajari sebelumnya.
    d. Guru siap untuk menyampaikan materi pelajaran.
    e. Dalam pembelajaran guru memberikan bimbingan atau pedoman kepada siswa untuk belajar.
    f. Guru memberikan motivasi untuk memunculkan respon siswa.
    g. Guru memberikan umpan balik atau penguatan atas respon yang diberikan siswa baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
    h. Mengevaluasi hasil belajar, dan
    i. Memperkuat retensi dan transfer belajar.
    Gagne membuat 7 macam pengelompokan media, yaitu :
    Benda untuk didemostrasikan, komunikasi lisan, media cetak, gambar diam, gambar gerak, film bersuara, dan mesin belajar.
    Gagne merumuskan “ The domains of Learning “, yaitu :
    Kemampuan belajar manusia yang terbagi kepada lima kategori :
    a. Motor/skill : ketramppilan motorik.
    b. Informasi verbal : dapat menjelaskan sesuatu dengan berbicara, menulis, menggambar.
    c. Kemampuan intelektual, yaitu kemampuan manusia dalam berinteraksi dengan dunia luar yang berkaitan dengan symbol-simbol.
    d. Strategi kognitif : organisasi keterampilan yang internal.
    e. Sikap.

    Gagne membuat rumusan tahapan dalam tujuan dan tingkatan belajar :
    Tahapan tujuan belajar diawali dari yang mudah (rendah), sedang, ke sulit (tinggi), dan tahapan ini berbanding lurus dengan tahapan proses belajar, yaitu dari yang paling sederhana ke yang kompleks. Adapun tingkatan belajar ada empat : belajar fakta, belajar konsep, belajar prinsip, dan pemecahan masalah (Harjanto, 2000 : 159).

    BalasHapus
  12. mengapa informasi yang diperoleh melalui pendengaran lebih lama teringat dibandingkan dengan informasi yang diperoleh melalui penglihatan? bagaimana kaitan hal ini dengan teori pemrosesan informasi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan mencoba menjawab.
      Menurut saya informasi yang diterima melalui pendengaran itu lebih sampai terlebih dahulu ke otak karena syaraf pendengaran langsung terhubung ke otak di bandingkan syaraf penglihatan.

      Hapus
    2. saya sependapat dengan anisa hidayati bahwa informasi yang diterima melalui pendengaran itu lebih sampai terlebih dahulu ke otak karena syaraf pendengaran langsung terhubung ke otak di bandingkan syaraf penglihatan.

      Hapus
  13. Untuk memperoleh tingkatan yang lebih dalam, aktivitas pengulangan haruslah bersifat elaboratif. Apa maksud dari pengulangan haruslah bersifat elaboratif? Jelaskan!

    BalasHapus
    Balasan
    1. yaitu proses pengulangan dimana item-item yang sudah diketahui lebih diintegrasikan secara bermakna atau membuat hubungan antar intem lebih bermakna sehingga lebih mudah diingat.

      Hapus
  14. Manfaat teori pemrosesan informasi antara lain:
    1.Membantu terjadinya proses pembelajaran sehungga individu mampu beradaptasi pada lingkungan yang selalu berubah
    2.Menjadikan strategi pembelajaran dengan menggunakan cara berpikir yang berorientasi pada proses lebih menonjol
    3.Kapasilitas belajar dapat disajikan secara lengkap
    4.Prinsip perbedaan individual terlayani.
    Hambatan teori pemrosesan informasi antara lain:
    1.Tidak semua individu mampu melatih memori secara maksimal
    2.Proses internal yang tidak dapat diamati secara langsung
    3.Tingkat kesulitan mengungkap kembali informasi-informasi yang telah disimpan dalam ingatan
    4.Kemampuan otak tiap individu tidak sama.

    BalasHapus
  15. media yang seperti apa saja yang dapat membantu dalam pemprosesan informasi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. contohnya seperti media yang berbantuan komputer Komputer di dunia pendidikan tidak hanya digunakan untuk mempelajari seluk beluknya, tetapi juga sebagai sarana komunikasi serta sebagai media dalam proses pembelajaran. Hal ini karena potensi komputer yang dapat dimanfaatkan untuk dunia pendidikan telah sangat luas dan menjangkau berbagai kepentingan. Proses pembelajaran dapat juga dilaksanakan dengan bantuan komputer.

      Hapus
  16. bagaimana cara mengolah informasi yang kita dapat agar dapat masuk kedalam memori jangka panjang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk mengubah sebuah informasi agar tersalurkan ke ingatan jangka panjang maka diperlukan pengulangan atau memanggil seacar terus menerus materi tersebut agar materi itu dapat diingat dan akhirnya tersimpan ke memori jangka panjang

      Hapus