PRINSIP DASAR MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
Rosch menyatakan bahwa multimedia adalah kombinasi dari
komputer dan video. Sementara Mc. Cormick mendefinisikan multimedia sebagai
kombinasi dari tiga elemen, yaitu suara, gambar, dan teks. Robin & Linda
mengartikan multimedia sebagai alat yang dapat menciptkakan presentasi yang
dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, auido, dan
gambar video (Suyanto, 2003: 5).
Ade Cahyana dan Devi Munandar (2008) memberikan definisi teknologi multimedia sebagai perpaduan dari teknologi komputer baik perangkat keras maupun perangkat lunak dengan teknologi elektronik. Menurut keduanya sekarang ini perkembangan serta pemanfaatan teknologi multimedia banyak digunakan hampir di seluruh aspek kegiatan. Dalam buku yang berjudul ”The Developers Handbook to Interaktive Multimedia”, Rob Philip (1997: 8) menjelaskan :
Ade Cahyana dan Devi Munandar (2008) memberikan definisi teknologi multimedia sebagai perpaduan dari teknologi komputer baik perangkat keras maupun perangkat lunak dengan teknologi elektronik. Menurut keduanya sekarang ini perkembangan serta pemanfaatan teknologi multimedia banyak digunakan hampir di seluruh aspek kegiatan. Dalam buku yang berjudul ”The Developers Handbook to Interaktive Multimedia”, Rob Philip (1997: 8) menjelaskan :
”The term ‘multimedia’ is a catch-all phrase to describe
the new wave of computer software that primarily deals with the provisions of
information. The ’multimedia’ component is characterized by the presence of
text, picture, sound, animation and video; some or all wich are organized into
some coherence program. The ‘interactive’ component refers to the process of
empowering the user to control the environment usually by a computer.”
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan
bahwa multimedia merupakan perpaduan dari beberapa elemen informasi yang dapat
berupa teks, gambar, suara, animasi, dan video. Program multimedia biasanya
bersifat interaktif. Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran akan
memberi kontribusi terhadap efektivitas pencapaian tujuan pembelajaran.
Berbagai hasil penelitian pada intinya menyatakan bahwa berbagai macam media
pembelajaran memberikan bantuan sangat besar kepada peserta didik dalam proses
pembelajaran. Namun demikian peran tenaga pengajar itu sendiri juga menentukan
terhadap efektifitas penggunaan media dalam pembelajaran. Peranan tersebut
tercermin dari kemampuannya dalam memilih media yang digunakan. Karna hal tersebut dapat menentukan
kemajuan suatu pembelajaran terhadap peserta didik (Admin, 2011)[8].
Program pembelajaran direncanakan berdasarkan
kebutuhan dan karakteristik siswa serta diarahkan kepada perubahan tingkah laku
siswa sesuai dengan tujuan yang akan dicapai (Mulyasa dalam Rohmat, 2010)[9].
Media pembelajaran merupakan alat bantu yang tidak dapat ditolak dan dipungkiri
keberadaannya.karena memang gurulah yang menghendaki untuk memudahkan
penyampaian pesan-pesan kepada siswa. Guru sadar bahwa tanpa bentuan media,
maka materi yang sukar untuk diterima dan dipahami siswa, terutama materi
pembelajaran yang rumit dan komplek (Rohmat, 2010)[10].
Prinsip pokok yang harus diperhatikan
dalam penggunaan media pada setiap kegiatan belajar mengajar adalah bahwa media
digunakan dan diarahkan untuk mempermudah siswa belajar dalam upaya memahami
materi pelajaran. Dengan demikian, penggunaan media harus dipandang dari sudut
kebutuhan siswa. Hal ini perlu ditekankan sebab sering media dipersiapkan hanya
dilihat dari sudut kepentingan guru. Contohnya, oleh karena
guru kurang menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan, maka guru persiapkan
media OHT, dan oleh sebab OHT digunakan untuk kepentingan guru, maka
transparansi tidak didesain dengan menggunakan prinsip-prinsip media
pembelajaran, melainkan seluruh pesan yang ingin disampaikan dituliskan pada
transparan hingga menyerupai Koran (Arisandi, 2011)
Penggunaan media harus
mempertimbangkan kecocokan ciri media dengan karakteristik materi pelajaran
yang disajikan.Penggunaan media harus disesuaikan dengan bentuk kegiatan
belajar yang akan dilaksanakan seperti belajar secara klasikal, belajar dalam
kelompok kecil, belajar secara individual, atau belajar mandiri. Penggunaan
media harus disertai persiapan yang cukup seperti mempreview media yang akan
dipakai, mempersiapkan berbagai peralatan yang dibutuhkan di ruang kelas.
Dengan cara ini pemanfaatan media diharapkan tidak akan menggangu kelancaran
proses belajar-mengajar dan mengurangi waktu belajar (Sumarno, 2011).
Untuk menghasilkan suatu produk media pembelajaran yang baik maka diperlukan prinsip dalam pemilihan media.
Setyosari (2008: 22) mengidentifikasi prinsip-prinsip media sebagai berikut:
Prinsip-prinsip media yang dipaparkan oleh Saud tersebut yaitu mengidentifikasikan bahwa media yang tepat guna, berdaya guna, dan bervariasi dapat menjadi suatu media pembelajaran yang baik. Isi media yang dirancang sesuai dengan desain pembelajaran dapat menjadikan media berkualitas. Media yang berkualitas akan menumbuhkan ketertarikan bagi peserta didik untuk belajar menggunakan media. Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa prinsip-prinsip pemilihan media harus diperhatikan dengan baik, sehingga dapat 16 menghasilkan suatu media pembelajaran yang menarik dengan materi yang tepat. Belajar menggunakan media pembelajaran menjadi optimal. Media pembelajaran yang baik adalah media pembelajaran yang mampu membantu siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Prinsip-prinsip pembuatan media harus memperhatikan beberapa faktor. Faktor yang diperhatikan (1) perangkat pembelajaran, (2) lingkungan belajar, (3) tempat belajar, (4) ekonomi sosialbudaya (Saud,2009).
Setyosari (2008: 22) mengidentifikasi prinsip-prinsip media sebagai berikut:
1.identifikasi ciri-ciri media yang diperhatikan sesuai dengan kondisi, unjuk kerja (performance) atau tingkat setiap tujuan pembelajaran,
2.identifikasi kerakteristik siswa (pembelajar) yang memerlukan media
pembelajaran khusus,15
3.identifikasi karakteristik lingkungan belajar berkenaan dengan media pembelajar yang akan digunakan,
4.identifikasi pertimbangan praktis yang memungkinkan media mana yang mudah dilaksanakan,
5.identifikasi faktor ekonomi dan organisasi yang menentukan kemudahan penggunaan media pembelajaran. Menggunakan media harus memperhatikan prinsip pemilihan media terlebih dahulu. Prinsip-prinsip dalam pemilihan media pembelajaran menurut Saud (2009: 97) adalah sebagai berikut:
a.tepat guna, artinya media pembelajaran yang digunakan sesuai dengan kompetensi dasar,
b.berdaya guna, artinya media pembelajaran yang digunakan mampu meningkatkan motivasi siswa,
c.bervariasi, artinya media pembelajaran yang digunakan mampu mendorong sikap aktif siswa dalam belajar.
Prinsip-prinsip media yang dipaparkan oleh Saud tersebut yaitu mengidentifikasikan bahwa media yang tepat guna, berdaya guna, dan bervariasi dapat menjadi suatu media pembelajaran yang baik. Isi media yang dirancang sesuai dengan desain pembelajaran dapat menjadikan media berkualitas. Media yang berkualitas akan menumbuhkan ketertarikan bagi peserta didik untuk belajar menggunakan media. Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa prinsip-prinsip pemilihan media harus diperhatikan dengan baik, sehingga dapat 16 menghasilkan suatu media pembelajaran yang menarik dengan materi yang tepat. Belajar menggunakan media pembelajaran menjadi optimal. Media pembelajaran yang baik adalah media pembelajaran yang mampu membantu siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Prinsip-prinsip pembuatan media harus memperhatikan beberapa faktor. Faktor yang diperhatikan (1) perangkat pembelajaran, (2) lingkungan belajar, (3) tempat belajar, (4) ekonomi sosialbudaya (Saud,2009).
Daftar Pustaka
Suyanto, M. 2003. .E–commerce. Yogyakarta: Mediakom
Cahyana, Ade., Munandar, Devi. 2009. Pengembangan Multimedia CBT (Computer Base Training). Jurnal penelitian. Jakarta : LIPI
Kotler, Philip. 1997. Manajemen Pemasaran, Analisis Perencanaan dan Pengendalian, Jilid 2 Edisi Kedelapan. Jakarta: Erlangga
Saud, Udin Syaefudin. 2009. Pengembangan Profesi Guru. Bandung : Alfabeta
Setyosari, P. dan Sihkabuden. 2008. Media Pembelajaran. Malang: Elang Mas
Penggunaan media harus mempertimbangkan kecocokan ciri media dengan karakteristik materi pelajaran yang disajikan, jelaskan ..
BalasHapuscontohnya dalam menjelaskan mengenai bentuk molekul maka media yg cocok kita gunakan adalah 3DCHEMS atau aplikasi klain yang dapat mempertunjukkan bentuk molekul.
HapusYaitu:
BalasHapus1. Kesesuaian dengan Tujuan (instructional goals), perlu dikaji tujuan pembelajaran apa yang ingin dicapai dalam suatu kegiatan pembelajaran, dianalisis media apa yang cocok guna mencapai tujuan tersebut, dan analisis dapat diarahkan pada tujuannya kognitif, afektif dan psikomotorik.
2. Kesesuaian dengan materi pembelajaran, yaitu bahan atau kajian apa yang diajarkan pada program pembelajaran tersebut. Pertimbangan lainnya dari bahan dan pokok bahasan tersebut sampai sejauh mana kedalaman yang harus dicapai dengan demikian dapat dipertimbangkan media apa yang sesuai untuk penyampaian bahan tersebut.
3. Kesesuaian dengan karakteristik siswa, dalam hal ini media haruslah familiar dengan karakteristik siswa/guru, yaitu mengkaji sifat-sifat dari ciri media yang akan di gunakan.
4. Kesesuaian dengan teori, pemilihan media harus didasari atas kesesuaian teori, media yang dipilih bukan karena fanatisme guru terhadap suatu media yang dianggap paling disukai dan paling bagus, namun didasarkan atas teori yang diangkat dari penelitian dan riset sehingga telah diuji validitasnya.
5. Kesesuaian dengan gaya belajar siswa, kriteria ini didasarkan atas kondisi psikologis siswa, bahwa siswa belajar dipengaruhi pula oleh gaya belajar siswa.
6. Kesesuaian dengan kondisi lingkungan, pendukung dan waktu. Bagaimana bagusnya sebuah media apabila tidak didukung oleh fasilitas dan waktu yang tersedia, maka kurang efektif.
anda menjelaskan bahwa prinsip-prinsip pembuatan media harus memperhatikan beberapa faktor. Faktor yang diperhatikan (1) perangkat pembelajaran,jelaskan mnegenai faktor perangkat pembelajaran tersebut.
BalasHapusPerangkat pembelajaran yang dimaksud disini yaitu sebagai berikut:
BalasHapus1. Pembuatan silabus : sebuah rencana pembelajaran dalam suatu kelompok mata pelajaran dengan tema yang ditentukan. Silabus juga di sesuaikan dengan keadaan di setiap daerah masing - masing.
2. Pembuatan program tahunan : yaitu sebuah program yang direncanakan untuk proses pembelajaran.
3. Pembuatan program semester : Yaitu program yang disesuaikan dengan kalender pendidikan, agar dapat mengetahui kapan saat libur dan kapan saat mengajar.
4. Pembuatan kalender pendidikan : dalam kalender ini memuat tanggal - tanggal yang sudah dirancang untuk proses pembelajaran meliputi ujian tengah semester maupun tanggal ujian semester beserta hari libur. Dalam kalender pendidikan ini juga dapat digunakan sebagai pedoman untuk menentukan awal dan akhir dalam satu semester.
5. Presensi peserta didik atau siswa : Guru mengisi presensi yang sudah diberi dari pihak sekolah, dengan tanda centang atau titik pada kolom yang disediakan.
6. Membuat catatan hambatan belajar untuk siswa : catatan ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar seorang siswa yang terhambat pada saat guru menerangkan di kelas yang dikarenakan siswa sibuk berbicara dengan teman maupun siswa yang tidur di kelas.
7. Membuat kisi - kisi soal : Di buat sebelum menyusun sebuah soal sehingga pada saat menyusun soal dapat lebih maksimal karena sesuai dengan standar suatu kompetensi yang ingin dicapai. Biasanya seorang guru juga memberikan kisi - kisi soal kepada para siswa sebelum melakukan sebuah ujian.
jelaskan maksud dari identifikasi karakteristik siswa (pembelajar) yang memerlukan media pembelajaran khusus?
BalasHapusjelaskan menurut anda Multimedia yang seperti apa yang cocok digunakan dalam pembelajaran di indonesia ?
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab.
HapusMenurut saya multimedia yang cocok adalah multimedia yang berkembang sekarang. Misalnya penggunaan PPT yang di tambah dengan gambar, video, animasi dan sebagainya sangat cocok digunakan dalam semua pembelajaran di indonesia. Selain itu juga tergantung dari sediaan sarana dan prasarana yang ada di sekolah.
Jelaskan lebih lanjut mengenai prinsip keterdekatan ruang.. serta berikan contoh bagaimana prinsip tersebut dalam pembelajaran?
BalasHapusBagaimana media pembelajaran yang baik ?
BalasHapusmenurut anda Apakah prinsip-prinsip ini harus berjalan seluruhnya?
BalasHapusjika ingin mendapatkan hasil yang baikmaa menurut saya harus dijalankan seluruhnya.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapustingkat kesulitannya saya rasa sama karena prinsip ini juga saling terkait dan berkesinambungan agar hasil yang didapatkan maksimal
HapusBagaimana jika salah satu prinsip tidak dapat diterapkan? apakah berpengaruh terhadap media pembelajaran yang ingin digunakan?
BalasHapusMenurut saya tidak berpengaruh, hanya saja saat pelaksaannya yang kurang maksimal karna kurang satu prinsip dasar multimedia pembelajaran
HapusPenggunaan media harus mempertimbangkan kecocokan ciri media dengan karakteristik materi pelajaran yang disajikan. tolong berikan contohnya!
BalasHapuscontohnya dalam menjelaskan mengenai bentuk molekul maka media yg cocok kita gunakan adalah 3DCHEMS atau aplikasi klain yang dapat mempertunjukkan bentuk molekul.
Hapuscontohnya saat kita menjelaskantentang materi ikatan ion maka media yang cocok kita gunakan adalah alat peraga atau media powerpoint yang daqpat memperlihatkan gambar atau bentuk bagaimana suatu ion dap[at berikatan
HapusPrinsip jika dijalankan salah satunya, apakah dapat dikatakan media? Jika iya, berikan salah satu contoh yang menggunakan salah satu prinsip dari yang anda sebutkan di atas!
BalasHapusmenurut saya tidak bisa jika hanya satu prinsip saja yang dijalankan
HapusHasil penelitian yang dilakukan oleh Richard E. Mayer (2001) menunjukan bahwa anak didik kita memiliki potensi belajar yang berbeda-beda. Menurut Mayer ada 12 prinsip desain multimedia pembelajaran yang dapat diterapkan di Pembelajaran, yaitu :
BalasHapus1) Prinsip Multimedia
Orang belajar lebih baik dari gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja. Karena dinamakan multimedia berarti wajib mampu mengkombinasikan berbagai media (teks, gambar, grafik, audio/narasi, video, animasi, simulasi, dll) menjadi satu kesatuan yang harmonis. Sebab kalau tidak namanya bukan multimedia tapi single-media.
2) Prinsip Kesinambungan Spasial
Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu, ketika ada gambar (or sodarenye nyang laen seperti video, animasi, dll) yang dilengkapi dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan dari gambar tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah.
3) Prinsip Kesinambungan Waktu
Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya. Nah, ketika Anda ingin memunculkan suatu gambar dan atau animasi atau yang lain beserta teks, misalnya, sebaiknya munculkan secara bersamaan alias simultan. Jangan satu-satu, sebab akan memberikan kesan terpisah atau tidak terkait satu sama lain. Begitu kata Mayer.
4) Prinsip Koherensi
Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan tidak digunakan. Nah, ini yang sering terjadi. Banyak sekali pengembang media mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin maksudnya untuk mempercantik tampilan, memperindah suasana atau menarik perhatian mata. Tapi, menurut Mayer, hal ini sebaiknya dihindari. Cantumkan saja apa yang perlu dan relevan dengan apa yang disajikan. Jangan macam-macam.
5) Prinsip Modalitas Belajar
Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi plus teks pada layar. Jadi, lebih baik animasi atau video plus narasi daripada sudah ada narasi ditambah pula dengan teks yang panjang. Hal ini, sangat mengganggu.
6) Prinsip Redudansi
BalasHapusOrang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi, narasi plus teks pada layar (redundan).
Sama dengan prinsip di atas. Jangan redudansi, kalau sudah diwakili oleh narasi dan gambar/animasi, janganlah tumpang tindih pula dengan teks yang panjang.
7) Prinsip Personalisasi
Orang belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational) daripada kalimat yang lebih bersifat formal. Lebih baik menggunakan kata-kata lugas dan enak daripada bahasa teoritis, oleh karena itu, sebaiknya gunakan bahasa yang komunikatif dan sedikit ber-style.
8) Prinsip Interaktivitas
Orang belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching). Sebenarnya, orang belajar itu tidak selalu linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya lebih banyak loncat dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu, multimedia pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan daripada media itu sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin tinggi.
9) Prinsip Sinyal
Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang disajikan. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi dan lain-lain untuk menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian (focus of interest). Karena itu kombinasi penggunaan media yang relevan sangat penting sebagai isyarat atau kata keterangan yag memperkenalkan sesuatu.
10) Prinsip Perbedaan Individu
9 prinsip tersebut berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas visual tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks dan narasi plus visual berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas auditori tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas kinestetik tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya.
11) Prinsip Praktek
Interaksi adalah hal terbaik untuk belajar,kerja praktek dalam memecahkan masalah dapat meningkatkan cara belajar dan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang sedang dipelajari.
12) Pengandaian
Menjelaskan materi dengan audio meningkatkan belajar. Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi, daripada dari animasi dan teks pada layar.
Berikan contoh dari penggunaan media harus mempertimbangkan kecocokan ciri media dengan karakteristik materi pelajaran yang disajikan!
BalasHapuscontohnya saat kita menjelaskantentang materi ikatan ion maka media yang cocok kita gunakan adalah alat peraga atau media powerpoint yang daqpat memperlihatkan gambar atau bentuk bagaimana suatu ion dap[at berikat
Hapusterimakasih hermaliza, anisa hidayati dan sriwahyuni oktavia yang telah menambahkan artikel saya dan telah membantu menjawab pertanyaan yang diajukan teman*
BalasHapusSaya akan jawab satu persatu pertanyaan dari teman-teman
BalasHapusPertanyaan Friska Juliana Tampubolon
BalasHapusContoh pemilihan media pembelajaran berdasarkan karakteristik media tersebut yaitu Bagaimana karakteristik media tersebut? Apa kelebihan dan kelemahannya, sesuaikah media yang akan kita pilih itu dengan tujuan yang akan dicapai? Kita tidak akan dapat memilih media dengan baik jika kita tidak mengenal dengan baik karakteristik masing-masing media. Karena kegiatan memilih pada dasarnya adalah kegiatan membandingkan satu sama lain, mana yang lebih baik dan lebih sesuai dibanding yang lain. Oleh karena itu, sebelum menentukan jenis media tertentu, pahami dengan baik bagaimana karaktristik media tersebut.
Pertanyaan Imel Ledis Surya Ningsih
BalasHapusMaksud dari identifikasi karakteristik siswa (pembelajar) yang memerlukan media pembelajaran khusus yukan media yang akan digunakan guru tidak bisa memilih hanya dengan melihat kebutuhan perkelasnya saja, guru perlu mengidentifikasi siswa agar dapat mengetahui apakah ada siswa didalam kelas tersebuty yang harus menggunakan media khusus, misalnya dalam kelas tersebut hanya ada satu siswa yang tidak bisa mendengar dengan jelas, tentunya tidak mungkin guru akan menggunakan media audio saja seperti radio dsb, jadi guru harus mengunakan media yang khususnya bisa dinikmati oleh siswa itu jika, contohnya dengan memilih media yang ada gambarnya juga
Pertanyaan Nia Paramita
BalasHapusSaya sependapat dengan Anisa Hidayati bahwa multimedia yang cocok dalam pembelajaran di indonesia adalah Audio-visual yang mana adanya penggabungan antara suara, gambar ataupun animasi seperti multimedia yang berkembang sekarang. Misalnya penggunaan PPT yang di tambah dengan gambar, video, animasi dan sebagainya sangat cocok digunakan dalam semua pembelajaran di indonesia
Pertanyaan Tutut Rahayu
BalasHapuscontohnya saat kata-kata dan gambar terkait saling berdekatan di suatu layar, maka murid tidak harus menggunakan sumber-sumber kognitif untuk secara visual mencari mereka di layar itu. Siswa akan lebih bisa menangkap dan menyimpan mereka bersamaan di dalam memori kerja pada waktu yang sama
Pertanyaan Nina Oktriani
BalasHapustentunya media yang sesuai dengan prinsip dasar pemilihannya, dan memang media yang dapat mempermudah guru dalam menyampaikanmateri
Pertanyaan Rahmat Solaemansyur
BalasHapusTentunya harus dijalankan keseluruhan prinsip tersebut agar dalam pemilihan ataupun penggunaan media pembelajaran kita tidak salah dan tidak asal
Pertanyaan Novi Purnama Sari
BalasHapusMenurut saya prinsip yang agak sulit dijalankan yaitu Prinsip Perbedaan Individu karena 9 prinsip yang telah di jelaskan di atas berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas visual tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks dan narasi plus visual berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas auditori tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas kinestetik tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya.