LANDASAN TEORITIS MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
Pengertian Media pembelajaran menurut para ahli:
- Menurut Heinich, Molenida, dan Russel (1993) berpendapat bahwa “teknologi atau media pembelajaran sebagai penerapan ilmiah tentang proses belajar pada manusia dalam tugas praktis belajar mengajar.
- Menurut Ali (1992) berpendapat bahwa “Media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapar memberikan rangsangan untuk belajar”.
- Menurut Gagne (1990) berpendapat bahwa “Kondisi yang berbasis media meliputi jenis penyajian yang disampaikan kepada para pembelajar dengan penjadwalan, pengurutan dan pengorganisasian.
- Menurut Miarso (2004) berpendapat bahwa “Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan si belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar”.
- Menurut Arif S. Sadirman (1984) berpendapat bahwa “Media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar seperti Filn, buku, dan kaset (Heinich dan Molenda, 2009:42).
1) Membantu memudahkan belajar bagi siswa dan membantu memudahkan mengajar bagi guru.
2) Memberikan pengalaman lebih nyata (yang abstrak dapat menjadi lebih konkrit)
3) Menarik perhatian siswa lebih besar (kegiatan pembelajaran dapat berjalan lebih menyenangkan dan tidak membosankan).
4) Semua indra siswa dapat diaktifkan.
5) Lebih menarik perhatian dan minat murid dalam belajar.
Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima, sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat si penerima pesan. Di dalam proses penyampaian informasi ini dengan menggunakan saluran (media) maka komunikan akan menerima informasi/pesan tersebut melalui kelima panca inderanya (penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman dan pengecap).
Ada beberapa tinjauan tentang landasan penggunaan media pembelajaran, antara lain landasan filosofis, psikologis, teknologis, dan empiris.
Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima, sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat si penerima pesan. Di dalam proses penyampaian informasi ini dengan menggunakan saluran (media) maka komunikan akan menerima informasi/pesan tersebut melalui kelima panca inderanya (penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman dan pengecap).
Ada beberapa tinjauan tentang landasan penggunaan media pembelajaran, antara lain landasan filosofis, psikologis, teknologis, dan empiris.
- Landasan filosofis. Ada suatu pandangan, bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Dengan kata lain, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Akan tetapi, siswa dihargai harkat kemanusiaannya diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi. Sebenarnya perbedaan pendapat tersebut tidak perlu muncul, yang penting bagaimana pandangan guru terhadap siswa dalam proses pembelajaran. Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki kepribadian, harga diri,motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis.
- Landasan psikologis. Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Untuk maksud tersebut, perlu: (1) diadakan pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa serta memberikan kejelasan obyek yang diamatinya, (2) bahan pembelajaran yang akan diajarkan disesuaikan dengan pengalaman siswa. Kajian psikologi menyatakan bahwa anak akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit ketimbang yang abstrak (Azhar Arsyad, 2011:14).
Penggunaan media pembelajaran sebagai salah satu sumber belajar yang
digunakan secara sistematis dalam kegiatan pembelajaran juga dapat
memberikan interaksi antara pengalaman baru dan pengalaman sebelumnya,
sehingga terjadi perubahan pada anak didik. Pemerolehan pengetahuan, perubahan sikap dan ketrampilan dapat terjadi
karena interaksi antara pengalaman baru dengan pengalaman yang pernah
dialami sebelumnya. Tingkat pemerolehan hasil belajar seperti yang
digambarkan oleh Dale (1969) sebagai proses komunikasi (Abdul Karim, 2007:23)
Daftar Pustaka:
Arsyad,
Azhar. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta:
RajawaliPers
Asnawir dan Usman. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: Ciputat Pers
Heinich, D. Russell, Molenda., dan E Smaldino. 2009. Instructional Technology and Media for Learning. New Jersey Columbus Ohio: Pearson MerrillPrentice Hall. Upper Saddle River H
Karim Abdul H. 2007. Media Pembelajaran. Makassar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.
saya ingin menambahkan materi.
BalasHapus> Landasan Teknologis
Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, dan penilaian proses dan sumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol.
Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan masalah dilakukan dalam bentuk: kesatuan komponen-komponen sistem pembelajaran yang telah disusun dalam fungsi disain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta dikombinasikan sehingga menjadisistem pembelajaran yang lengkap. Komponen-komponen ini termasuk pesan, orang, bahan, media, peralatan, teknik, dan latar.
> Landasan Empiris
Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya.
Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti gambar, diagram, video, atau film. Sementara siswa yang memiliki tipe belajar auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman suara, atau ceramah guru. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual.
Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pebelajar, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.
teoritis media pembelajaran
BalasHapusMedia Pembelajaran memiliki beberapa landasan teoritis yang kuat dalam sistem pembelajaran, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Teori Psikologis Brurner
Menurut Bruner perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui tiga tahapyaitu:
Tahap pengalaman langsungmerupakan tahap individu berupa memahami lingkungan dengan beraktifitas.
Tahap Pictoria, tahap individu melihat dunia melalui gambar dan menvisualisasi verbal.
Tahap simbolik, tahap dimana individu mempunyai gagasan-gagasan abstrak yang banyak dipengaruhi bahasa dan logika berpikirnya.
2. Teori Behavourisme
Teori behavourisme atau teori tingkah laku ini menganggap bahwa segala kejadian dilingkungan sangat mempengaruhi perilaku seseorang dan akan memberikan pengalaman tertentu dalam dirinya, dan teori ini menganggap perubahan tingkah laku yang terjadi berdasarkan paradigma S-R(stimulus respon) yaitu suatu proses yang memberikan respon tertentu terhadap apa yang datang dari luar diri individu.
3. Teori Kerucut Pengalaman Edgar Dale
Kerucut pengalaman ini merupakan salah satu gambaran yang dijadikan landasan teori dalam penggunaan media pembelajaran selain dari ketiga tahap pengalaman Bruner.
Edgar Dale mengklasifikasikan pengalaman belajar anak mulai dari hal-hal yang dianggap paling abstrak.
Terimakasih kepada Tutut dan Henisa yang telah menambahkan artikel saya
BalasHapusPada fungsi dari media dapatkah anda jelaskan mbagaimana cara Semua indra siswa dapat diaktifkan?.
BalasHapusTingkat pemerolehan hasil belajar seperti yang digambarkan oleh Dale (1969) sebagai proses komunikasi.. dapatkah anda jelaskan keterkaitan dari masing2 tingkatan pemerolehan hasil belajar yg digambarkan oleh dale tsb?
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapussemua landasan tersebut penting karena memiliki fungsi dan maksud berbeda2 dalma setiao landaasan dimana tujuannya sama saja dalm hal mempermudah guru menjelaskan dan mempermudah siswa menerima pelajaran
Hapussekalipun efektivitas dan efisiensi media tidak dapat diragukan lagi dalam proses pembelajaran. Namun seorang guru pun penting untuk mempertimbangkan faktor aksesibilitas yang menyangkut apakah media tersebut dapat diakses dengan mudah atau tidak. Jelaskan bagaimana cara mengatasi permasalahan tersebut?
BalasHapusBerikan contoh multimedia yang berdasarkan salah satu landasan yang anda sebutkan di atas!
BalasHapusjelaskan beserta contoh mengapa multimedia pembelajaran sangat diperlukan?
BalasHapusmengapa pemilihan media perlu dilakukan? apa saja yang menjadi dasar pemilihan media?
BalasHapusSedikit menambahkan.
BalasHapusKajian psikologi menyatakan bahwa anak akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit ketimbang yang abstrak. Berkaitan dengan kontinuum konkrit-abstrak dan kaitannya dengan penggunaan media pembelajaran, ada beberapa pendapat :
Pertama, Jerome Bruner, mengemukakan bahwa dalam proses pembelajaran hendaknya menggunakan urutan dari belajar dengan gambaran atau film (iconic representation of experiment) kemudian ke belajar dengan simbul, yaitu menggunakan kata-kata (symbolic representation). Menurut Bruner, hal ini juga berlaku tidak hanya untuk anak tetapi juga untuk orang dewasa.Kedua, Charles F. Haban, mengemukakan bahwa sebenarnya nilai dari media terletak pada tingkat realistiknya dalam proses penanaman konsep, ia membuat jenjang berbagai jenis media mulai yang paling nyata ke yang paling abstrak.Ketiga, Edgar Dale, membuat jenjang konkrit-abstrak dengan dimulai dari siswa yang berpartisipasi dalam pengalaman nyata, kemudian menuju siswa sebagai pengamat kejadian nyata, dilanjutkan ke siwa sebagai pengamat terhadap kejadian yang disajikan dengan media, dan terakhir siswa sebagai pengamat kejadian yang disajikan dengan simbol. Salah satu gambaran yang paling banyak digunakan acuan sebagai landasan teori penggunaan media dalam pembelajaran adalah kerucut pengalaman Dale (Dale’s Cone of Experience).
Terimakasih teman* semua atas pertanyaannya, akan saya jawab satu persatu
BalasHapusPertanyaan Yultari Ramadani
BalasHapusYaitu dengan cara, misalnya kita menggunakan media audio Media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang disampaikan dituangkan ke dalam lambang lambang auditif, baik verbal (ke dalam kata-kata/bahasa lisan) maupun non verbal. Media audio dapat menarik dan memotivasi siswa untuk mempelajari materi dengan lebih banyak.
Pertanyaan Olga Redika Mowa Rizky
BalasHapusKeterkaitannya yaitu Menurut Edgar Dale penggunaan media pembelajaran seringkali menggunakan prinsip Kerucut Pengalaman (cone of experience), yang membutuhkan media seperti buku teks, bahan belajar yang dibuat oleh guru dan audio – visual. Dale melukiskan bahwa semakin konkrit siswa mempelajari bahan pelajaran, maka semakin banyaklah pengalaman yang didapatkan. Tetapi sebaliknya, jika semakin abstrak siswa mempelajari bahan pelajaran maka semakin sedikit pula pengalaman yang akan didapatkan oleh siswa.
Menurut pengalaman dale, Metode yang paling efektif diatas, mencakup belajar dari informasi disajikan melalu sumber Verbal, yaitu mendengar kata-kata yang diucapkan. Grafik kerucut rata-rata retensi untuk berbagai metode pengajaran semakin maju kebawah seamkin maju semakin besar pelajaran informasi berlanjut, dikarenakan gaya belajar adalah persepsi sensorik berbasis semakin dalam berinteraksi dengan daya, makin baik siswa belajar meurut Dale. Edgar Dale juga mengemukakan bahwa segala suatu pelajaran, dapat dipahami apabila ada unsur pendengarannya. Dan unsur itu dapat dijadikan media pembelajaran bagi para siswa, agar mudah memahami segala sesuatu dengat efektif, dan efisien. Semua unsur tersebut berpengaruh kepada lingkungan pendidikan agar tercapainya suatu pembelajaran yang mudah.
Pertanyaan Winarsih
BalasHapusSaya sependapat dengan Hermaliza yang mana semua landasan teoritis itu penting, karena memiliki tujuan yang sama yaitu mempermudah guru untuk menjelaskan materi serta mempermudah siswa menerima pelajaran atau materi yang disampaikan oleh guru but melalui media.
Pertanyaan Nur Hasanah
BalasHapusCara mengatasi permasalahan yang telah disebutkan, dalam akan mengajar guru tentunya akan memilih media apa yang coco k dengan materiyang akan disampaikannya, sebelum sebuah mesia akan digunakan dalam hal pembelajaran tentunya guru akan mencari tau apakah media tersebut dapat digunakan pada sekolah yaang akan diajar, apakah media yang akan digunakan terfasilitasi disekolah tersebut, jika memag tidak memungkinkan maka guru tersebut akan mengganti media yang akan dipakainya berdasarkan fasilitas yang terdapat disekolah itu serta bentuk materi yang akan diajarkannya, karena tujuan pemilihan median hanyalah untuk mempermudah seorang guru untuk menyampaikan materi kepada muridnya. Jadi apabila dengan menggunakan media malah akan mempersulit guru tersebut mengajar maka untuk apa digunakannya media.
Pertanyaan Wella Julia
BalasHapusSalah satu contohnya yaitu Landasan Historis yang bisa kita gunakan media audio Visual
Yang dimaksud dengan landasan historis media pembelajaran ialah rasional penggunaan media pembelajaran yang ditinjau dari sejarah konsep istilah media digunakan dalam pembelajaran. Untuk mengetahui latar belakang sejarah penggunaan konsep media pembelajaran marilah kita ikuti penjelasan berikut ini.
Perkembangan konsep media pembelajaran sebenarnya bermula dengan lahirnya konsepsi pengajaran visual atau alat bantu visual sekitar tahun 1923.Yang dimaksud dengan alat bantu visual dalam konsepsi pengajaran visual ini adalah setiap gambar, model, benda atau alat yang dapat memberikan pengalaman visual yang nyata kepada siswa.
Kemudian kosep pengajaran visual ini berkembang menjadi “audio visual instruction” atau “audio visual education” yaitu sekitar tahun 1940. Sekitar tahun 1945 timbul beberapa variasi nama seperti “audio visual materials”, “audio visual methods”, dan “audio visual devices”. Inti dari kosepsi ini adalah digunakannya berbagai alat atau bahan oleh guru untuk memindahkan gagasan dan pengalaman siswa melalui mata dan telinga. Pemanfaat-an konsepsi audio visual ini dapat dilihat dalam “Kerucut Pengalaman” dari Edgar Dale.
Maaf untuk jawaban Wela Julia tadi itu seharusnya jawaban untuk Pertanyaan Wahyuni Andriani
BalasHapusMohon maaf
BalasHapusPertanyaan Nia Paramita
BalasHapusBerdasarkan contoh mengapa multimedia pembelajaran sangat diperlukan?
yaitu dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, misalnya;
objek yang terlalu besar – bisa digantikan dengan realita, gambar, film bingkai, film, atau model. objek yang kecil – dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film, atau gambar. gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photography. kejadian atau peristiwa yang terjadi dimasa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, atau foto. objek yang terlalu kompleks, dapat disajikan dengan model, diagram atau melalui program komputer animasi. konsep yang terlalu luas (gempa bumi, gunung beapi, iklim, planet dan lain-lain) dapat divisualisasikan dalam bentuk film, gambar dan lain-lain.
Pertanyaan Sriwahyuni Oktavia
BalasHapusDasar dari pemilihan media pembelajaran yaitu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: pertama, sebelum memilih media instruksional guru harus menyadari bahwa tidak ada satu mediapun yang paling baik untuk semua tujuan. Kedua, pemilihan media hendaknya dilakukan secara obyektif. Ketiga, pemilihan media hendaknya mempertimbangkan syarat-syarat, yaitu:
(1) Sesuai dengan tujuan instruksional yang akan dicapai, (2) sesuai dengan anak yang belajar, maksudnya penggunaan media sesuai dengan karakteristik siswa (3) ketersediaan bahan media yang akan digunakan, (4) biaya pengadaan, maksudnya seimbang dengan manfaat serta hasil pengunaannya, (5) kualitas/mutu teknik.
Terimakasih anisa dan hermaliza yang telah membantu menjawab
BalasHapusMemberikan pengalaman lebih nyata (yang abstrak dapat menjadi lebih konkrit). Bagaimana kita bisa mewujudkannya ?
BalasHapus